lampu-lampu dan pepohonan berkejaran diluar jendala
langit temaram dengan lampu kotanya
menari berpendar-pendar sinarnya menerpa kaca jendela
dan aku disini..mengingat engkau yang hadir semalam
nyaris larut ketika kau datang
diam dalam seribu tanya dihatiku
sorot mata sayu tak mampu cairkan kelu diantara kita
yang diam-diam merangkak perlahan
membisukan, menulikan..
dan kaku tubuhku..
diam kau dalam selaksa tanya
tak kudengar dentang jam, saat kau berlalu
bangkit perlahan namun tegas..kau tinggalkanku
diam aku disini..
mencerna serpihan-serpihan kenangan yang mulai
membusuk karena air mataku... tapi tidak seharusnya
garam air mataku akan membuat kenangan itu tetap
terjaga utuh..bak ikan asin..bukankah garam menjadikan sesuatu
lebih tahan lama... dan garam air mataku.. akan mengekalkan
kenangan tentangmu??
mencerna..dan kutelan habis..biarlah tidak bersisa
karena cinta, tidak pernah memilih, ia hadir dan datang diam-diam
tanpa aku kehendaki, ia hadir karena kedekatan yang pernah terjadi
yang lagi-lagi tanpa aku rencanakan
bersisian kita pernah bersama
harum tubuhmu pun masih dapat ku baui
bukan aku yang ingin kau hadir dibalik kisi-kisi hati
menghuni segenap penjuru hatiku
tapi cinta yang membawaku kepadamu
dan lagi-lagi karena cinta pula yang merenggut engaku dariku
cinta membuat kita bersama
pun karena cinta kita berpisah
hakikinya..cinta tak pernah hilang pun tak pernah pergi
ia hadir kala kau sakit, hadir kala kau sedih, hadir kala kau sendiri
seperti aku disini...dalam diam yang tak mampu kumaknai
karena cinta aku masih bisa mengenangmu..
Jumat, 09 Januari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar